Menjadi Berbeda itu Tidak Selalu Mudah untuk Sebuah Produk

By January 14, 2016 ,


Jadi ceritanya tadi gue habis creative brief dengan kawan-kawan gue, dimana itu akan menjadi sebuah team yang akan kita gabungkan untuk menggarap sebuah event. Jadi selain Fabian Studio, ada 2 orang yang memang memiliki usaha yang hampir mirip dengan usaha gue, tapi kita ingin mencoba berkolaborasi dalam pembuatan next event di 2016. 

Tulisan ini sih tidak berdampak kepada bentuk kerjasama yang akan kita kerjakan untuk event tersebut, hanya saja ada point yang bisa gue ceritain ditulisan gue kali ini tentang perbedaan. Jadi gini, ketika kita sudah selesai melakukan creative brief untuk event yang akan kita buat, kita berbincang santai. 

Temanya adalah berbicara tentang diferensiasi sebuah produk. Dimana salah seorang kawan gue ngomong, kalau sekarang itu bikin produk asal beda pasti jadi happening. Ini lucu banget nih, menurut gue ini jadi ambigu kalimat yang dia utarakan. 

Jadi produk itu tidak perlu dibranding maka sudah pasti jadi tren, lanjut dia lagi. Gak tahan juga akhirnya gue coba diskusi deh dengan dia. Dengan melahirkan sebuah perbedaan tapi tanpa dilandasi dengan perencanaan branding yang kuat gue bilang sih gak yakin itu bisa bertahan lama. Yang ada malah orang tidak kenal sekalian dengan produk tersebut.

Apalagi dengan memberikan perbedaan yang cukup jauh dari produk sekelasnya, bisa-bisa produk tersebut malah tidak dikenal sekalian. Melahirkan perbedaan tanpa publikasi itu mustahil. Kecuali itu sebuah terobosan seperti gojek kemarin itu memang masih memungkinkan. Tapi untuk sebuah produk mau lahir begitu saja tanpa ada brandingnya, rasanya itu hampir mustahil. 


Bayangkan produk diatas kalau tidak dibranding, seperti apa kira-kira. Ini punya diferensiasi yang jauh dari kompetitornya, dan juga ini mungkin satu-satunya teh bersoda sampai sekarang. Kita sama-sama tahu begitu ini keluar produknya maka belanja TVC di TV sangat intens sekali. Bahkan mungkin lo hafal kali dengan slogannya, apa ? 

Yes, "Teh With Shocking Soda". 


Coba lo bayangin kalau produk ini gak ada iklannya, terus ditaruh di cooler minimarket dengan tulisan teh with shocking Soda, menurut lo kira-kira lo mau beli gak ?

Pasti saat itu yang ada orang akan bingung, karena memang sebelumnya tidak ada yang berani mengkombinasikan antara teh dan soda. Ini diferent loh, jauh malah bedanya dengan kompetitor, terus malah sekalian tidak dianggap sebagai kelasannya minuman teh akhirnya. Tapi juga orang menilainya ini tidak ada juga dikelasnya coca-cola and friend.

Terus apa kita akan tertarik untuk membeli ? 
Ya, iyalah, jawabannya pasti tidak. Karena sudah kebiasaan kita membeli minuman teh, maka kalau kita membayangkan teh dicampur soda gimana rasanya yah. Lagi-lagi berbicara masalah kebiasaan baru yang harus di edukasi terus menerus, baru akhirnya bisa menjadi trend.

Dengan didorong branding, support event baik musik maupun acara lainnya yang merupakan bentuk activity dari brandingnya, disertakan dengan TVC yang tumpah banget dilayar kaca kita akhirnya mereka bisa menciptakan demand akhirnya. Mereka barulah memiliki kelas sendiri dalam minuman tehnya. 

Jadi kalau gue sih setujunya semakin berbeda lo bikin produk, maka seharusnya memang lo persiapkan budgeting campaign untuk memperkenalkan perbedaan lo itu kepada audiens lo. Perlu intens dalam memberikan awarnes kepada audiens akhirnya bisa menjadi sebuah tren baru dari produk bikinan lo. 

Udah jauh bedanya, gak ada brandingnya, lo pajang sebanyak-banyaknya juga orang gak bakal kenal produk lo akhirnya. Kalau gue perhatiin ada tuh merk rokok yang dijajakan di minimarket yang tidak pernah dibranding, maka yah gitu deh, orang selalu bingung responnya kalau ditawarkan rokok itu oleh kasirnya. Beli satu gratis satu lagi, tetep kalau gue liat sendiri sih jarang ada yang mau. 

Mengganti kebiasaan orang itu jujurnya bukan perkara yang mudah. Walaupun kita sama-sama tahu, bahwa konsumen sekarang jarang memang yang loyal dengan brand. Tapi difikirkan juga pastinya, kalau memang itu berbicara kebiasaan, lo harus lebih ekstra untuk mengalihkan perhatiannya kepada produk lo. 

Sekali lagi, pada tulisan diatas gue diatas bilang sebuah brand yang beda apalagi perbedaannya jauh, tidak memiliki sebuah perencanaan branding yang matang, hampir mustahil produk itu diterima dipasaran. Jadi bukan mustahil loh tulisannya, itu berarti walau ada beberapa produk yang akhirnya bisa diterima dengan proses waktu yang panjang. 

Terus ... temen gue itu tidur gue jelasin panjang lebar, Asuuuuuuuuu. 
he he he ... 
Salam Kreatif, 
Arie fabian 

You Might Also Like

0 comments