Tips Membuat Undangan Pernikahan

By January 14, 2016 ,


Keluar dari konsep Formal dari sebuah undangan terkadang menjadi tantangan kita sebagai para pekerja kreatif untuk membuatkan satu konsep visual untuk undangan pernikahan itu sendiri. Terkadang masih banyak client yang menganggap satu kesatuan bentuk undangan itu adalah sakral dan tidak bisa diubah. 

Kalau dari kacamata gue sih tidak selalu begitu juga, asal what and why-nya tidak hilang aja. Selama kita masih menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh para audiensnya, seharusnya itu tidak menjadi masalah yang krusial.

Wedding Invitation
Ada beberapa point yang memang harus diperhatikan dalam proses pembuatan sebuah invitation khususnya untuk Indonesian Invitation. Yang pertama, secara overal dari kesatuan undangan pernikahan tersebut dapat dimengerti oleh Audiens-nya (penerima undangan), bahwa yang kita kasihkan kepada mereka itu adalah undangan pernikahan kita.

Pernah gak kita merasakan menerima sebuah undangan pernikahan tapi kita gak ngerti, ini apa yah. Setelah dilihat seksama ternyata ada tulisan yang memutari benda tersebut dan itu adalah copy dari undangan pernikahan itu sendiri.

Bagus buat orang yang masih mau teliti, mengamati benda itu yang mana itu adalah undangan pernikahan kita, jika tidak teliti, maka orang tersebut akan membuang dan menganggap dia sedang dikerjai oleh kita yang mengundang.

Wedding Invitation
Tips yang kedua, berkonsultasilah terlebih dahulu sebaiknya bagaimana untuk pembuatan copy dari undangan itu sendiri. Negara kita ini terdiri dari bermacam-macam suku, dimana setiap suku memiliki cara dan copy yang berbeda-beda dalam membuat sebuah copy dari undangan untuk sebuah Pernikahan.

Masalah nama misalnya, ada yang menggunakan nama mempelai Pria harus yang pertama dan nama mempelai wanita yang kedua. Ada juga yang sebaliknya, walau umumnya adalah mempelai wanita harusnya yang pertama karena logikanya mempelai wanita lah yang membuat sebuah pesta atau hajat.

Yang kedua susuanan body copy untuk bagian dalam dari undangan pernikahan itu sendiri. Ada yang mengharusnya mencantumkan tulisan arab bilamana memang itu ada tercantum ayat dalam bahasa Indonesianya, ada juga yang tidak perlu.

Wedding Invitation
Lalu untuk tips berikutnya, samakan persepsi kepada calon pengantin tentang undangan yang akan dibuat. Apakah memang sang calon pengantin lebih suka kepada undangan pernikahan yang bentuknya formal atau undangan pernikahan yang bentuknya fancy.

Menggunakan foto atau tidak terkadang juga menjadi sebuah pertanyaan yang ditanyakan oleh calon pengantin. Kalau buat gue, menggunakan foto itu hanya lebih me-reminder kembali kawan-kawan smp atau SD Anda jika memang Anda mengundang kawan lama Anda.

Karena dengan menggunakan foto pada undangan Pernikahan Anda, itu membantu mengingat mereka untuk mengenali siapa Anda. Walaupun dengan perubahan kekinian Anda, minimal mereka bisa mengingat Anda. 

Kalau memang sudah dipilih untuk bentuknya, maka sebaiknya Anda memberikan beberapa pilihan untuk sang calon pengantin memilih bentuk yang sudah disepakati.

Tips keempat, setelah semuanya selesai kita buat dan desain-nya sudah di approve oleh sang calon pengantin, kalau gue sih ada baiknya itu ditunjukan kepada masing-masing orang tua (wanita dan Pria). Ejaan nama, ejaan gelar, dan lainnya harus memang sudah dipastikan benar dan tanda tanganilah di dummy yang kita buat.

Wedding Invitation
Usahakan membuat dummy terlebih dahulu sebelum dicetak masal. Karena ini sebuah pekerjaan yang luar biasa berat (kalau buat gue sih).

Wedding Invitation
Berat itu gue bilang dikarenakan ini merupakan satu tanggung jawab yang cukup besar. Dimana satu event pernikahan ini dilakukan idealnya sih sekali untuk seumur hidup. Jadi kalau ada yang membuat undangan pernikahannya asal-asalan, coba tanyakan kepada pasangan Anda, apakah ada niat untuk buat undangan berikutnya ? he he he he.

(Setelah baca tulisan gue gak jadi nikah, diluar tanggung jawab gue yah)

Tips kelima, buatlah undangan Anda selalu lebih dari yang Anda estimasikan. Jadi contohnya, jika Anda berencana membuat 500 undangan, maka ada baiknya Anda memesan undangan 550 undangan pernikahan Anda. Itu akan lebih efisien, ketika Anda ternyata lupa kepada kawan Anda yang belum Anda masukan didalam list undangan Anda.

Jadi pernah ada yang diskusi dengan gue, dimana calon pengantin menanyakan kepada gue, "kalau undangannya lebih, kan kateringnya kita pesan ngepas bro ? terus kalau mereka gak kebagian makanan gimana ?"

Gue jawab :
Dari 500 undangan yang bakal lo undang, gak mungkin juga semuanya bisa datang. Bukan mendoakan gak bisa datang. Atau memang kalau memang mau berfikir aman, pesan kateringnya juga minta ditambahkan 50 sesuai dengan jumlah undangan pernikahan yang sudah kita cetak lebih. 

Terus untuk yang terakhir, dijaman serba sosial media sekarang ini, juga dibuatkan versi visual design untuk undangan pernikahan ini untuk bisa dipublish disosial media.

Sukses untuk Pernikahan Anda, buatlah yang terbaik yang memang bisa Anda kenang setelah pernikahan Anda berjalan 10 tahun kedepan.

Sampai bertemu kembali dengan gue, ditips-tips berikutnya. 




Salam Kreatif,
Arie fabian

You Might Also Like

0 comments