Mitos Angka 4 dan 13

By May 17, 2016


Saya memenuhi panggilan untuk datang disebuah perkantoran didaerah sudirman. Teringat saya akan angka 4 yang tiada disertakan kepada gedung itu. Saya jadi selalu bertanya-tanya tanpa henti kenapa angka 4 itu tidak ada didalam suatu gedung. Saya kembalikan lagi memori saya kepada pusat perbelanjaan yang tidak memiliki lantai 4 ini, lalu saya ingat rumah sakit juga demikian.

Jadi syndrome ketakutan dengan si empat sudah merajai semua golongan nampaknya. Jika dahulu angka 13 saja sekarang hampir semua mempercayai angka 4 merupakan angka yang tidak akan digunakan untuk aspek komersil. 

Jika anda tidak percaya silahkan dicek pada apartemen anda tinggal .... nah gak ada kan. 

Lalu ada apa dengan realita semua ini,  rasa penasaran saya menjadi sangat ingin tahu lalu saya segera bertanya kepada beberapa golongan tionghoa yang biasanya mengerti akan hal ini, dan mencari beberapa artikel kepada majalah-majalah mistis karena ini korelasinya biasanya dengan mistis dan terakhir saya mencari informasi lewat surfing diinternet, mau tahu jawabanya mari kita simak ...

Menurut kaum Tionghoa yang saya tanya kenapa lantai 4 itu tidak ada sebenarnya masih ada hubungannya dengan angka 13, loh kok bisa ?. Iya beliau memberi tahu saya jika 13 itu 1+3 maka hasilnya akan menjadi 4. Itulah alasan pertama. Alasan keduanya karena bentuk 4 yang tidak dinamis mempunyai satu sudut mati. Jadi ada satu sudut itu yang merupakan sudut yang dimana kita tidak bisa kembali pada garis awal. Itulah alasan keduanya. Jadi mereka memberikan alasan seperti ini. 

Lalu saya mencoba mencari tentang 13 nya dengan surfing di Inet yang Konon di Dunia Barat ketakutan akan bilangan 13 dihubungkan dengan posisi ke-13 pada Perjamuan Terakhir Yesus, yaitu Yudas Iskariot, si pengkhianat. Kemudian sebuah tahun solarataupun lunar selalu terdiri dari 12 bulan sementara sebuah tahun lunisolar terdiri dari 13 bulan.

Namun Triskaidekafobia juga memengaruhi bangsa Viking – oleh mereka dipercayai bahwa Loki dalam panteon Dewa Norwegia merupakan Dewa ke-13. Di kemudian hari oleh orangKristen dikatakan bahwa ia adalah Iblis, atau merupakan malaikat ke-13.

dan serentetan Faktanya adalah : 


Nah jika kita tahu dunia barat sangat percaya sekali bahwa angka 13 merupakan angka yang kurang baik  akan tetapi dunia barat juga akhirnya mengakui akan angka 4 nya. Sebagai contoh beberapa contoh untuk label produk Nokia tidak menggunakan series 4 melainkan 3xxx, 2xxxx, 6xxxxx dan sebagainya tapi untuk series ke empat tidak ada. 

Nah jika untuk angka  4 (dibaca empat) adalah sebuah angkasistem bilangan, dan nama dari glyph yang mewakili angka tersebut. Angka ini merupakanbilangan asli di antara 3 dan 5. Dalam kepercayaan CinaJepang, dan Korea, angka ini sering diangap pembawa kesialan karena pelafalannya juga berarti "mati" dalam bahasa Mandarin. Penderita tetrafobia sangat mentakuti angka ini.

Nah jadi begitu kesimpulannya untuk angka 4 dan 13 ini. Kembali lagi ini adalah merupakan mitos yang disusun oleh beberapa fakta yang kebetulan demikian. Jika pada budaya islam angka 4 itu tidak dibuat demikian takutnya. Contoh sahabat Nabi Muhammad S.A.W ada 4 orang, dan unsur dari manusia terdiri dari 4 elemen dan tingkatan pada agama islam itu mempunyai 4 yang dimulai syareat dan diakhiri dengan ma'rifat, dsb. 

Tidak salah untuk tidak percaya dan untuk yang percaya juga tidak ada ganjaran apa-apa. Menurut saya semua ini memang sebuah tradisi yang terus diberikan sugesti yang besar yang diberikan fakta-fakta yang kebetulan berhubungan dengan angka tersebut. Namun kembali lagi saya absten untuk bilang percaya dan tidak percaya. 

Selamat Berkreasi, ingat budaya tetap budaya jika kita menangani seorang konsumen kita bagi para designer tetap harus mempercayai ini dan meniadakan kedua angka ini. Jangan memaksakan diri anda untuk ketidak percayaan anda yang akan berujung debat. Dan sialnya kalau memang angka itu memang anda pertahankan ada dan pada saat bangunan anda dibuat ternyata banyak kejadian yang aneh setidaknya anda harus bertanggung jawab walaupun secara moral. 





Salam Kreatif,
Arie fabian

You Might Also Like

0 comments