Proses Pembuatan Animasi

By June 16, 2016 ,


Siapa yang tidak kenal dengan Upin dan Ipin sekarang, dimana serial kartun Animasi itu sangat digemari anak - anak Indonesia. Sampai merchandisenya saja bisa menjadi industri sendiri. Animasi memang marak menjadi pembicaraan, bukan hanya diluar saja, demam Animasi di Indonesia pun sudah mulai kian merebak. 

Itu dikarenakan sekarang Indonesia mulai mengakui adanya profesi Designer pada saat belakangan ini. Dulu kalau kita dengar kata designer itu hanya diperuntukkan kepada orang yang merancang busana. Para seniman lukis diberi gelar pelukis dan penggambar ilustrasi diberi gelar Ilustrator atau terkadang disebut pelukis / tukang gambar.

Tahun 1998 saya masih ingat ketika itu seniman sangat diminoritaskan oleh orang tua saya. Dimana pada saat itu musik adalah seni pertama kali saya kenal dan itu dilarang agar saya menjadi tidak berkembang. Apalagi gambar, designer, kalau bahasa ibu saya bilang itu masa depan suram. 

2005, beberapa fakultas Swasta di Indonesia mulai mengadakan bidang studio desain grafis, dan perlahan - lahan berubah bentuk menjadi Desain Komunikasi Visual (DKV). Dengan adanya konsentrasi ilmu, maka sudah pasti ada lapangan pekerjaannya. 

Sekitar 2007, Om Wahyu Aditya membuka sekolah Animasi pertama kali (Kalau gak salah) di Indonesia dengan nama Hello Motion. Dan era ini sudah dibilang dunia Animasi Indonesia mulai bergairah. Dengan adanya beberapa lapangan pekerjaan di Stasiun Tv, Production House, dll. 

Sekarang sudah sangat banyak sekali sekolah Animasi di Negeri kita tercinta ini. Bagaimana Proses Animasi itu bekerja ? 

Jika jaman dahulu kala kita pernah dikenalkan dengan metode gambar sequence yang digabungkan menjadi Scene dan diputar menjadi film. Makanya bisa dibayangkan kali yah, durasi film kartun jaman dulu pasti sebentar - sebentar. Kita kenal Walt Disney, Pixar Studio, dll merupakan studio - studio Animasi penghasil film era 90 an. 

Jika pada tahun 90 an Animasi masih jadi barang langka dan bisa dipastikan jarang ada yang mau mengulik softwarenya, sekarang hampir bisa dipastikan softwarenya sudah barang tentu menjadi incaran para designer - designer muda. 

Masih sama seperti dulu, autodesk maya, Autodesk 3D Max, Cinema 4D software - software yang mendominasi untuk pembuatan Animasi. Tapi kini kita sudah mendengar pula, software pendatang baru yang lumayan canggih, Houdini. Salah satu karya dari software ini bisa kita lihat pada film Doomsday. 

Pada dasarnya ada 4 tahap cara pembuatan Animasi, dan empat - empatnya terbilang lumayan menguras pemikiran. 

1. Modelling Character / Artist
2. Texturing Model 
3. Rendering 
4. Animation 

4 tahap itu tidak bisa dianggap mudah, itu karena prosesnya yang lumayan agak panjang (jika itu untuk perencanaan sebuah film untuk cinema). Awal pertama kali dilakukan adalah Modelling Character atau Artist. 

Contoh Modelling 

Character, Venue, landscape, semua ada pada tahap modelling. Dimana semua objek dibuat pada proses modelling. Jika kita melihat sebuah Character yang bergerak pada suatu tempat, maka tempat itu juga dibuat di Proses Modelling. 

Yang kedua adalah Texturing, pada tahap texturing ini adalah pemberian texture pada objek yang sudah kita modelling sebelumnya. 

Pemberian Texture pada Model


Pemberian Texture pada Furniture

Setelah model kita berikan texture, itu bukan serta merta kita bisa melihat hasil jadinya, sedih yah. Proses buatnya sudah sulit mau lihat jadinya aja pakai usaha lagi, juara deh. Proses selanjutnya adalah proses rendering. Dimana proses itu kita akan melihat bentuk jadi dari apa yang sudah kita buat. 


Proses Rendering

Ada kepuasan tersendiri memang jika saya membuat satu objek yang berbentuk 3 Dimensi. Kita akan melihat gambar yang kita buat sangat mendekati real. Dari hasil texturenya, warna, pencahayaan sampai dengan komposisi gambar yang memang lebih menarik dibanding dengan software software pengolah gambar lainnya. 

Setelah proses rendering selesai, baru kita membuat sebuah pergerakannya yang sering disebut proses pembuatan animasinya. 



Proses pembuatan Animasi untuk film berdurasi 2 menit seperti yang kita lihat pada film Finding Nemo menghabiskan waktu bertahun - tahun. Memiliki tantangan tersendiri memang mampu membuat sebuah karya dengan menggunakan software - software 3 Dimensi ini. 




Salam Kreatif,
Arie fabian

You Might Also Like

0 comments