Sebuah Pekerjaan (harus) Selesai

By June 28, 2016 ,


Jadi gue paling pantangan untuk tidak menyelesaikan sebuah pekerjaan. Apapun resikonya, tetap, buat gue pekerjaan itu harus selesai. Setidaknya itulah tanggung jawab gue terhadap pekerjaan yang sudah dipercayakan kepada gue untuk diselsaikan. 

Kesalahan apapun dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan itu adalah resiko pekerjaan. Kalau memang sampai pekerjaan itu tidak selesai maka, gue bisa bilang kita sudah kehilangan rasa tanggung jawab kita kepada pekerjaan atau yang lebih parahnya lagi kepada profesi yang kita jalani. 

Jadi ketika kita ingin mengambil sebuah pekerjaan, pastinya sudah ada pertimbangan akan resiko yang akan kita hadapi ketika kita mengambil pekerjaan itu. 

Dulu pernah gue dihadapkan kepada posisi yang sangat sulit, dimana sebuah pekerjaan kalau harus gue selesaikan maka gue akan nombok dengan jumlah nominal yang cukup besar. Itu setidaknya terjadi sekitar 10 tahun yang lalu. Dimana memang pada saat itu gue masih mencoba berdiam diri kepada satu profesi yang hingga kini alhamdulillah gue masih ada diprofesi itu. 

Yang gue lakukan adalah tetap siap menombok untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Karena menurut gue, tanggung jawab nilainya lebih besar dibandingkan dengan uang. Sehabis pekerjaan itu selesai, perkara client ingin menggunakan jasa gue lagi atau tidak yang terserah client. Gue juga tidak berharap banyak ketika gue melakukan kesalahan. Yang paling terpenting di otak gue adalah, pekerjaan itu harus selesai, bagaimanapun caranya. 

Dan dari beberapa kali kesalahan itulah akhirnya gue bisa belajar. Belajar tentang sebuah tanggung jawab yang sampai hari ini gue masih menikmati hasilnya. Karena ada sebagian client yang sangat nyaman jika memang sebuah tanggung jawab bisa kita lakukan secara maksimal kepada mereka. 

Ketika memang ada kesalahan, gue biasanya langsung konfirmasi kepada client, dan langsung memberikan beberapa pilihan untuk jalan keluarnya. Dengan begitu kita akhirnya bisa berdiskusi dengan client, dan ada beberapa client yang hanya ingin melihat caranya kita menyelesaikan masalah mereka dihadapan mereka. 

Dan buat gue sebuah pekerjaan itu (harus) selesai, tidak boleh putus ditengah jalan dan tidak boleh juga diabaikan. 

Ada sebuah cerita pada saat itu gue diminta bantuan untuk menyelesaikan permasalahan aplikasi ebook yang akan dipublish pada Playstore dan IOS. Dimana pada awal kontrak gue sudah bilang kepada client, kalau gue ragu bisa upload untuk IOS. Tapi client memaksa gue untuk membantu dia menyelesaikan masalah tersebut. 

Pekerjaan itu memiliki Dateline 40 hari kerja, dengan catatan ebook sudah di publish di IOS dan Playstore. Untuk Android gue cuma membutuhkan waktu 10 hari untuk bisa publish di Android, akan tetapi untuk IOS gue akhirnya menyelesaikan selama hampir 40 hari. 

Pada hari ke-20 team gue sudah mentok bagaimana caranya mempublish, bahkan ada beberapa dari team gue udah mulai frustasi, karena memang mereka awalnya tidak menyanggupi. Sebenarnya gue pun tidak menyanggupi, cuma dipaksa oleh client untuk membantunya. Bagi gue ini adalah tantangan, makanya gue bilang ke client gue bahwa gue siap membantu. 

Pada saat hari terakhir team gue minta cari tahu tentang bagaimana cara upload ebook itu kedalam IOS. Gue kasih waktu kepada team 10 hari, untuk mencari tahu opsi apa saja yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. 

Setelah 10 hari, maka team mendapatkan opsi untuk menyelesaikan masalah itu : 

1. Kita ke Australia, karena memang Apple ada perwakilan disana dan kita minta panduan dari sana. 
2. Beli framming ebook untuk IOS yang harganya sungguh luar biasa. 
3. Sewa space di Wayang Force 

Kereeeeeeeeeeeen, dalam kondisi ini gue sudah pasti bisa membayangkan kalau client disodorkan dengan ketiga pilihan tersebut maka gue tahu jawaban dari client akan pilih yang mana. 

Team gue ragu, karena menurut perjanjian kontraknya kita tidak boleh menggunakan pihak ketiga, alias harus langsung di upload ke IOS. Gue bilang sama team gue agar tenang, gue bisa arahkan si cleint untuk memilih yang kita suka. 

Oke, malam harinya gue buat materi presentasi untuk client. Besoknya akan gue presentasikan kepada client. Setelah gue presentasi kepada client, maka seperti yang gue dan team gue inginkan, client memilih opsi ketiga. 

Dan akhirnya kita langsung bisa menyelesaikannya setelah membuat kontrak dengan pihak Wayang Force untuk menyewa space mereka. 

Jadi kalau menurut gue ada beberapa materi yang bisa kita utak-atik untuk mengerucutkan jawaban orang yang kita presentasikan untuk menjawab apa yang kita inginkan. Kalau menurut gue, dengan estimasi biaya yang ada dengan 3 opsi diatas, yang paling rasional adalah menyewa space di Wayang Force lah. Gak mungkin dia mengeluarkan akomodasi untuk ke Australia, atau negara yang memang memiliki perwakilan Apple di negaranya. 

Tapi itu, akhirnya gue terlambat menyelesaikan masalah, cuma buat gue, masalah itu harus selesai. Titik. Gue gak mau kita lari dari tanggung jawab, atau memberikan counter kepada client bahwa sebenarnya gue pada saat diawal pun tidak menyanggupinya. Dengan adanya kejadian ini kan gue jadi belajar dan tahu. Ada proses seperti ini, dan gue tetap memberikan solusi kepada client gue. 

Dan Alhamdulillah, sampai sekarang gue masih berkomunikasi baik dengan client itu, dan beberapa kali masih dipercaya untuk menyelesaikan pekerjaan untuk dia. 

Gue selalu yakin apapun pertanyaannya, jawabannya sudah ada terlebih dahulu, tinggal perkaranya, kita mau mencari jawaban itu atau tidak. Simple aja .... 




Salam Kreatif, 
Arie fabian 

You Might Also Like

0 comments