Tips Ala gue dalam membeli mobil second (Bekas)

By October 09, 2016 ,


Mobil lama udah gak cukup buat nampung keluarga saatnya gue memutuskan untuk membeli mobil yang lebih banyak kapasitasnya. 

Nah sayangnya uang gue gak pernah cukup beli mobil baru, memang dari mobil pertama gue gak pernah beli baru.Pertimbangan gue untuk membeli mobil itu gue males nyicil dan kebayang gak tuh kalau memang terlalu lama waktunya, maka bisa bosen kayaknya gue nyicilnya. 

Biasanya gue beli mobil second dan cash, jauh lebih tenang daripada nanti mobil gue disita sama leasing, maka gue lebih tertarik dalam membeli yang bekas. Nah kalau berbicara memilih mobil bekas ini, banyak sekali seninya. Membeli mobil yang memang harganya lumayan besar, sudah pasti kebanyakan orang tidak ingin dibohongi alias harganya tinggi tapi kualitasnya tidak baik. 

Hal yang pertama gue lakukan dalam membeli mobil second atau bekas adalah mencari orang yang memang benar-benar mengerti akan mobil. Berkawan dengan kawan-kawan yang bekerja dibidang penjualan mobil buat gue tidak begitu sulit mencari orang-orang yang ahli dalam memilih mobil. 

Lebih baik gue buang uang seratus sampai tiga ratus ribu untuk minta ditemani dalam perihal memilih mobil oleh orang yang memang mengerti akan mobil daripada gue sayang-sayang nantinya pasti tidak akan maksimal dalam hunting mobil bekas ini. 

Hal yang ditakutkan dalam berbelanja mobil second adalah kita mendapatkan mobil bekas banjir, yang kedua kita bisa mendapatkan mobil second yang bekas tabrakan, dan mobil bekas yang sangat kita tidak inginkan. 

Kalau gue cuma tahu, kalau membeli mobil mesinnya harus kering alias gak basah. Jadi tidak ada oli yang berceceran didalam ruang mesin. Dah, sama coba deh alias test drive. Kalau memang cuma seorang pemakai, hal yang biasa dilakukan adalah itu. 

Ternyata memang kalau ngajak teman gue ini hasilnya sungguh luar biasa. Dengan melihat dari luar saja dia mengerti, bahwa mobil itu bumpernya sudah dicat ulang, itu pertanda mobil itu adalah mobil capek, alias banyak perjalanan yang ditempuh. 

Jadi dia memberi tahu gue, perhatikan dengan seksama warna cat mobil tersebut. Bedakan dengan warna cat yang berada dibawah pintu pada bagian dalam. Biasanya itulah warna aslinya mobil tersebut. Atau memang cek pada bagian-bagian dalam yang memang biasnaya dilupakan untuk dicat ulang kalau memang mobil itu dicat ulang. 

Bedakan keseluruh bagian mobil, sama atau tidak cat tersebut. Kalau memang sama warnanya, maka itu pertanda mobil tersebut tidak ada yang dicat ulang. 

Yang kedua, dia memberi tahukan kegue, periksa bagian chasis. dibagian bawah pada ruang mesin. Kalau memang semuanya normal, berarti chasis mobil tersebut aman. Tapi kalau ada bekas las-las-an, maka biasanya mobil tersebut sudah pernah tabrakan pada bagian depan mobil. 

Yang ketiga, lihat pada bagian kolong mobil dibawah pintu. Masih lurus atau tidak nat mobil tersebut, lagi-lagi kalau memang masih lurus, itu tandanya mobil tersebut memang tidak pernah tabarakan. 

Untuk Tips yang keempat, bener kata gue, periksa mesinnya, kalau memang kering tidak ada oli yang netes itu mobil masih bagus untuk mesin. Tapi alangkah lebih baiknya lagi jika lihatnya sambil dinyalakan mobilnya. Karena kalau dalam posisi mati mobil tersebut, sudah pasti itu karena memang mesin yang mereka tunjukkan kepada kita (pembeli) sudah di bersihkan terlebih dahulu. 

Kalau mesin sudah dinyalakan tapi tetap tidak ada kebocoran, maka itu memang mesin kering alias tidak ada yang bocor. Lalu sekalian lihat, pada bagian kabel alias kelistrikan. Bagaimana kabel tersebut tidak terdapat banyak jumperan alias kabel yang tidak normal dudukannya. 

Kalau memang kabel tersebut tidak normal dudukannya, itu sudah pasti jumper. Ada isolasi yang banyak sekali malang melintang pada kabel itu harus sangat dikhawatirkan. Kalau menurut dia ada beberapa bagian yang paling penting dalam mobil, Yaitu : Rangka, Mesin dan Kelistrikan. 

Kebetulan gue pernah ngalamin memang, untuk masalah kelistrikan memang sangat luar biasa sekali repotnya. Kalau memang kita harus cableling kembali, ngurut kabel dari depan sampai belakang, biasanya bianya sangat mahal sekali. Nah kalau memang kita asal tebak, maka hal yang terfatal kita hadapi mobil kita akan korslet dan bisa jadi terbakar (kemungkinan terburuk). 

Tips yang Kelima, ini agak unik niy, harus ekstra hati-hati kalau mobil BPKB nya atas nama wanita. gue malah berfikir sebaliknya, seharusnya kalau BPKB mobil itu atas nama wanita biasanya apik, alias sangat hati-hati dalam merawat mobil. Ternyata gue salah, biasanya kalau wanita, membawa mobil kasar. Polisi tidur sering dihajar, lubang sering dihajar, dan itu sangat berpengaruh kepada mobil tersebut. 

Dan memang sih, ternyata si penjual mobil pun tahu akan hal tersebut dan membenarkan, kalau memang mobil BPKB nya atas nama wanita dijualnya turun.

Untuk Tips yang ke-enam ini dari gue sendiri, dan memang biasanya gue lakukan dari pertama kali gue beli mobil second. Kalau seumpama kita memiliki budget 200 juta, maka beli mobil idealnya yang seharga 170 atau 180 juta. Kenapa demikian ? karena memang biasanya sehabis beli, kita akan memiliki keinginan untuk menambah ini itu sesuai dengan selera dan kebutuhan kita. 

Gue akan bawa mobil itu ke service center terdekat, lalu akan gue tanya kepada mereka tentang mesin dan kendala yang biasanya sering terjadi oleh mobil yang gue beli. Setelah itu gue harus ganti timming Bell, Oli mesin, supaya gue tahu, dan bisa Starting point dari ulang kembali untuk pergantian kedepan. 

Karena memang kita tidak akan tenang kalau cuma katanya orang bengkel, yang biasanya berbicara selalu manis didepan. 

Nah kalau itu semua dijalankan sih, Inshaa Allah semuanya aman, karena memang faktor kita mendapatkan mobil busuk itu sangat kecil. Dan kita bisa menyesuaikan kebutuhan kita dengan uang yang kita miliki. 




Salam Kreatif, 
Arie fabian

You Might Also Like

0 comments