Penipuan (update)

By November 12, 2016 ,


Sudah beraksi dari tahun 2011 sampai ketangkap tahun ini merupakan tindakan yang tidak terpuji. Terkadang kita memang perlu untuk terus update apa saja yang sudah dikerjakan oleh mereka untuk mengelabui korbannya. 

Buat gue menulis ini menjadikan sangat penting karena memang kejahatan diluar sana selalu melakukan proses pembaharuan dalam melakukan aksinya. Beberapa modus juga sebenarnya gue pernah menulis diblog gue ini agar bisa menambah tingkat kewaspadaan didalam diri kita bersama. 


Mereka selalu saja mencari cara untuk berhasil mengelabui calon korbannya. Kali ini berita yang disajikan oleh Kompas TV ini memang sungguh mencengangkan. Dimana kejahatan ini sangat tersusun rapih dan direncanakan. Dilakukan oleh 11 orang dengan tugasnya masing-masing.

Mereka mengerjai para korbannya memang seolah-olah tahu persis menjadi apa yang mereka perankan. Tidak gugup, berbicaranya sangat lancar sekali. Sekali lagi yang seperti ini sangat banyak beredar diluar sana, bahkan gue sendiri menemukan seperti ini dengan modus yang lain sering sekali. 

Akhirnya gue sendiri sih terkadang jadi apatis terhadap orang yang tiba-tiba telpon ke telpon genggam gue, lalu langsung menghadirkan suasana sok akrab, biasanya gue langsung memasang radar curiga oleh penelpon seperti ini. 

Beberapa waktu yang lalu pada saat malam hari, gue pernah ditelpon oleh orang tua gue dan menanyakan kabar gue. Beliau mengaku bahwa ada orang yang melaporkan gue masuk kantor polisi karena menabrak orang. Dan pada saat itu si penelpon meminta transferan biaya karena memang harus membiayai orang yang gue tabrak dan gue nya sedang ditahan oleh polisi. 

Orang tua gue panik sehingga menelpon gue juga dengan suara yang panik. Gue bingung, kenapa beliau panik, setelah diceritakan, barulah gue sadar, ternyata memang orang tua gue dikerjakan oleh pada pelaku kejahatan yang hampir mirip dengan tayangan video kompas TV ini. 

Untung gue selalu katakan kepada beliau, jika mana ada orang yang mengabarkan memberikan informasi lewat telpon bahwa anaknya masuk rumah sakit, kantor polisi, dan apapun harap dikroskcek kepada anaknya yang bersangkutan. Dan gue juga udah pernah memberi tahu bahwa jika mendapat perihal seperti ini yang pertama jangan panik. 

Karena panik itu adalah hal yang diinginkan oleh pelaku. Kadang ketika panik akal sehat kita tidak dapat bekerja maksimal. Dengan begitu kita akan mudah percaya dengan perkataan yang mereka berikan kepada kita. 

Tapi syukurlah orang tua gue pada saat itu tetap kroscek ke gue untuk menanyakan kebenaran dari berita yang beliau terima dari telpon sebelum menelpon gue. 

Mengabarkan hal yang buruk sudah banyak dijual sebagai modus untuk melancarkan aksi kejahatan buat beberapa orang yang memang memiliki niat jahat diluar sana. Menurut gue ini sangat tidak ber pri kemanusiaan karena memang mereka mengirimkan berita palsu yang isinya adalah musibah palsu. Mudah-mudahan polisi bisa lebih banyak lagi menangkap pelaku-pelaku kejahatan yang seperti ini. 

Karena memang gue yakin, diluar sana masih banyak kasus yang seperti ini dengan set cerita yang sangat bervariasi. Buat Anda para pembaca blog gue, hati-hati yah kawan, jangan langsung percaya dengan orang lain yang mengaku-ngaku kenal dengan Anda, tahu dengan property yang Anda miliki, tahu bahwa Anda menggunakan salah satu kartu kredit pada bank Anda, dan masih banyak lagi. 
 
Yang pertama jangan panik, kalau sekiranya memang Anda anggap itu aneh, kalau gue sih selalu memutuskan untuk menutup telpon, karena memang gue gak mau ambil resiko lebih jauh. 
 
 
 
Salam Kreatif, 
Arie fabian 

You Might Also Like

0 comments