Harga Diri

By December 07, 2016 ,


Job Deskripsi atau jabatan merupakan satu tatanan yang sudah sangat biasa kita dengar dikuping kita. Orang berburu jabatan setinggi-tingginya agar harga dirinya jadi terhormat.

Dari dulu gue adalah orang yang paling sering bertengkar dengan orang tua, ketika harga diri disamakan dengan jabatan, posisi, banyaknya uang dan sebagainya. Menurut gue harga diri itu adalah sebuah kesejatian diri yang jauh berbeda dengan materi.

Harga diri itu bukan materi, kalau memang ada yang selalu berbicara tentang harga diri adalah materi maka buat gue dia tidak bisa memilah mana harga diri mana harga dunia. Harga dunia bisa sama dengan strata sosial atau status sosial.

Kalau memang orang berpandangan bahwa apa yang digunakan dan yang dimiliki oleh orang itu merupakan satu penilaian terhadap orang itu keseluruhannya, kalau gue gak selalu mutlak demikian. Menurut gue harga diri kita terletak kepada diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa mengeksplorasi diri kita untuk kita gunakan menjadi manfaat buat orang banyak.

Dia punya otak yang sangat cerdas, maka dia bisa gunakan otaknya untuk selalu membantu orang lain dengan memberikan solusi-solusi terhadap permasalahan orang lain. Atau memang dia punya rezeki yang berlebihan dan dia bisa membagikannya kepada sesama tetangganya, kawannya dan yang lainnya, itulah harga diri.

Dimana diri itu akhirnya menjadi berharga karena memang dibutuhkan oleh orang lain, bisa membawa manfaat bagi orang lain. Bukan hanya sekedar memamer-mamerkan kekayaan kepada yang lainnya akan tetapi selalu tidak memberikan manfaat buat orang lain.

Jabatan gak penting, harta melimpah tidak penting, tapi mau menolong orang lain, membantu orang lain merupakan hal yang sangat penting buat hidup gue. Jadi gue akan selalu berseberangan dengan orang yang hanya menilai orang lain dengan menghitung atau mengkalkulasi berapa banyak harta yang orang tersebut miliki.

Makanya gue biasanya lebih nyaman bermain, berdiskusi, berbincang dengan para seniman. Karena memang menurut gue, mereka sangat murni menilai hidup ini melalui sebuah arti. Apa yang mereka ciptakan biasanya selalu memiliki arti, maka dengan begitu mereka sangat jelas bisa memberikan arti bagi orang lain, karena memang buat mereka hidup itu harus memiliki arti yang jelas.

Mereka mampu mengamati yang orang lain tidak bisa amati, mereka mampu berbicara yang orang lain tidak melihat itu menjadi sebuah topik pembicaraan. Selalu ada pandangan yang berbeda ketika gue berbincang dengan para seniman ini.

Kalau sekarang orang banyak menamakan mereka adalah orang yang kreatif. Lalu ditanya deh sama orang, jabatan lo creative director yah, hadew .... jabatan lagi. Gue akan jawab, jabatan gue tukang sapu visual bro ..... nbuahahaahahahahahahahhahaaa

Buat gue orang itu harus jelas mau apa dan baru cari bagaimana. Kebanyakan orang sekarang kalau ditanya, selalu jawabnya adalah mau apa aja asal dapat duit, ini yang gawat. Kalau memang kita hidup tidak memiliki tujuan yah jadi mau apa ?

Masa hidup mau cuma numpang lewat kayak pemain figuran di Sinetron Indonesia, gak jelas banget kan. Jadi kalau berbicara tentang harga diri menurut gue kita harus bisa definisikan dulu siapa diri kita, kenapa jadi berharga. Kalau tidak tahu apa itu diri dan apa itu harga, maka bagaimana kita bisa tahu apa itu harga diri.

Mengenal diri bukan cuma tahu nama yang diberikan oleh orang tua kita pada saat kita lahir. Melainkan kenal secara keseluruhan atas diri kita. Kalau memang sudah tahu dan mengerti siapa diri kita, maka biasanya orang itu akan percaya diri. Dia bisa menghargai kehadiran dirinya sendiri sehingga dia bisa menghargai dirinya sendiri, lalu akhirnya memiliki harga atas dirinya terhadap orang lain.

Sebelum bijaksana, saran gue harus bijaksini. Kalau bijak sana adalah kita harus bijak terhadap orang lain (dari kata sana), nah kalau gue bilang kita harus bijak dulu terhadap diri kita sendiri. Kalau kita sudah bisa bijak terhadap diri kita sendiri, maka kita akan tahu bagaimana caranya bijak kepada orang lain. Karena memang orang lain adalah cerminan dari diri kita sendiri.

Itu sih kalau memang menurut pandangan gue sendiri, kalau menurut pandangan lo gimana ?



Salam Kreatif,
Arie fabian

You Might Also Like

0 comments