Brand Lokal yang disangka Brand Luar

By January 01, 2017 ,


Siapa yang sangka bahwa Brand lokal juga mampu menembus luar Indonesia, bahkan orang kita sendiri tidak pernah menyangka bahwa Brand ini ternyata milik Lokal Indonesia, mau tahu apa saja, simak postingan gue kali ini. 

Yes, Kenapa gambar postingan gue kali ini memasang gambar Lea, bahwa ternyata meang Lea itu milik Perusahaan Lokal, bukan produk luar negeri. 


Kerja perencanaan visual dan Brandingnya gue rasa memang cukup mumpuni untuk menjebak persepsi dari masyarakat kita kebanyakan, bahwa banyak yang tidak mengetahui bahwa ini sebenarnya adalah merek dari dalam Negeri alias bikinan Indonesia.

Dan kalau memang gue sendiri merasakan produk Lea ini, menurut gue hampir bisa menyaingi dari produk kompetitornya, yaitu Levis. Dimana Produk Lea ini sendiri menurut gue tidak buruk sama sekali untuk bersanding dengan kompetitornya.

SILVERQUEEN

Untuk produk yang kedua buatan lokal adalah Cokelat Silverqueen. Memang kalau ini dari gue sendiri sih agak paham bahwa ini adalah buatan lokal Indonesia.


Merk yang sudah memiliki banyak varian produk ini memang asli buatan lokal Indonesia. Merk besutan dari PT Petra Food ini memang cukup dikenal didalam Negeri sendiri. Dimana merk ini memang merk yang dibuat oleh Perusahaan Lokal.

POLYTRON

Sekilas nama Polytron ini memang seperti terdengar nama yang dilahirkan di Jepang. Dimana nama ini memang tidak Indonesia banget.


Produk yang dibuat didaerah Kudus pada tahun 1975 ini memang asli dibuat oleh Indonesia. Bahkan Perusahaan ini pernah menjadi Sponsor untuk Klub Bola di Inggris pada club Bola Everton walaupun bukan menjadi sponsor utama. Banyak yang salah sangka, kalau beberapa kalangan membicarakan produk ini adalah produk luar. Sebuah merk yang sekarang merambah kedunia Smartphone ini memang cukup lama bertahan.

Pada tahun 1998 an, gue agak cukup memperhatikan produk ini karena memang berhasil mencuri perhatian gue untuk produk elektronik yaitu Tape. Dimana pada jaman dulu gue ingat banget, kalau produk ini memiliki kualitas suara yang lumayan baik pada saat masa itu. Namun sayang, sekarang gue sudah tidak banyak mengikuti perkembangan dari produk ini.

CALIFORNIA FRIED CHICKEN 

Ini agak menggelitik juga nampaknya, selain Hoka-hoka Bento merk kedua yang memang menggunakan sebuah nama yang sepertinya mengambil nama kota diluar Negeri ini ternyata adalah Brand Lokal.


Kalau Hokben memang sudah santer sekali gembar-gembornya dimedia, baik di Internet maupun dibicarakan mulut ke mulut. Tapi dengan yang satu ini memang sangat samar sekali kalau ini ternyata memang produk dari dalam Negeri. Dan gue pernah diceritakan oleh kawan gue, bahwa disana (California) ternyata tidak ada California Fried Chicken ini, dan lucunya kebanyakan orang Indonesia ini mengira merk ini merupakan merk yang memang dibuat di California, padahal tidak.

HOKA-HOKA BENTO 

Nah seperti yang gue sebutkan diatas tadi, bahwa CFC merupakan merk lokal yang memang dikira merk dari nama kota yang digunakan untuk merknya. Begitu juga dengan Hokben. Dimana Hokben ini bukanlah berasal dari Jepang, melainkan dari Indonesia.


Dulu gue pernah nonton di televisi kalau gak salah, dimana penggagas dari Merk ini bicara bahwa dia memang mendapatkan inspirasi setelah pulang dari Jepang. Tapi sajian makanan yang kita dapatkan para Hoben ini, sudah pastinya disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

Ciri Khas dari Mayonaise nya memang sangat luar biasa memikat hati pelanggannya. Dimana mereka akhirnya menjual secara terpisah Mayonaise nya, karena memang biasanya para konsumennya meminta lebih untuk mayonaise-nya sendiri.

Pada saat gue nonton di Televisi, si penggagas ide pernah bercerita, bahwa saja orang Jepang bingung melihat makanan yang ditawarkan oleh hokben ini, karena memang sajian makanan yang kita dapatkan pada Hokben tidak pernah ada di Jepang.

JCO 

Yang terakhir adalah JCO donut. Perusahaan besutan dari Jhony Andrean ini memang sangat dikenal oleh masyarakat luas. Keputusannya untuk banting setir ke Industri makanan sekarang sangat membuahkan hasil.


Kopi yang ditawarkan oleh Merk inilah yang mampu menjadi diferensiasi dari pesaingnya. Karena memang ini produk lokal, maka sang penggagas sangat mengetahui culture dari daerahnya sendiri. JCO menawarkan beberapa sajian kopi dan minuman yang memang sangat cocok untuk dinikmati oleh Donatnya.

Alhasil gue melihat dan memperhatikan, lebih banyak orang menjadikan JCO menjadi Meeting Point dibandingkan dari Pesaingnya.

Masih banyak lagi sebenarnya merk-merk lokal yang mampu bersaing dengan merk luar, Dan memang menurut gue kita adalah sebuah Negara yang sangat patut dibanggakan, karena memang produk-produk yang kita lahirkan sebenarnya tidak lebih buruk dari para pesaingnya.

Dan memang memainkan persepsi memberikan nama yang memang berbau luar negeri sangat menjanjikan untuk berjualan di Negeri sendiri. Seperti Krisbow yang ternyata nama orang, dan banyak lagi beberapa yang kita bisa temukan diluar sana. Bahwa mana memang persepsi orang lokal lebih percaya dengan nama yang kebarat-baratan dibandingkan dengan nama yang tradisional.

Tapi apapun itu, memang itulah strategi dalam perihal membuat sebuah penjualan yang baik. Dengan Strategi Branding yang memang sangat matang direncanakan, membuat produk atau merk itu sendiri menjadi matang dalam menjawab persaingan dari para pesaing-pesaingnya.

Mudah-mudahahan kedepan akan lebih banyak lagi yang mampu berkibar dikancah Internasional untuk produk-produk maupun merk-merk buatan lokal dari Indonesia. Kalau memang kita melihat, beberapa kualitas barang kita sudah banyak yang diakui oleh dunia luar sana. Jadi memang tinggal dipertahankan dan terus dikembangkan, sehingga bayangan gue kedepan, produk kita akhirnya dicintai dinegeri sendiri.




Salam Kreatif,
Arie fabian


Sumber :
https://www.kaskus.co.id/thread/5861cd892e04c801268b4567/kaskus.co.id/?utm_source=facebook&utm_medium=internalpost&utm_campaign=hotthread

You Might Also Like

0 comments