Digital Identify Automotive

By July 18, 2017 ,

Ide segunung belum tentu semua bisa dikerjakan, alias diimplementasikan. Kayak Ide yang satu ini, dimana gue berfikir bahwa ini merupakan ide yang kalau menurut gue belum ada yang pakai. 

Gue belum tahu yah kalau diluar sana, tapi yang jelas, saat ide ini diuji dan dibicarakan dengan team sampai dengan kepala bagian bisnis dari Fabian, tidak mau meneruskan ide ini. Ide ini gue buat sekitar dua bulan yang lalu.

Dimana ide ini merupakan sebuah ide membuat digital plat nomer mobil se Indonesia. Gue berasa, perpanjang Plat nomer kendaraan di Indonesia ini masih merupakan momok yang sangat bikin malas sekali. Ada proses antri, dan per empat tahun sekali ganti plat, proses pembayarannya lama sekali, dan harus ke Samsat terkait (sepengetahuan gue).


Gue coba tuangkan beberapa kemudahan, baik dari sisi konsumen maupun nantinya dari pihak Polisi itu sendiri. Dimana Sistem yang gue rencanakan ini adalah sebuah sistem yang terintegrasi antara billing dengan ID kendaraan itu sendiri.

Nah sekarang Anda bisa bayangkan, kalau semua proses itu tinggal bisa dilakukan dengan 1 klik, atau memang kita pergi ke ATM untuk membayar. Jadi lebih mudah kan ?

Lalu proses perubahan pada plat nomer kita bagaimana, tentu pertanyaan selanjutnya seperti itu bukan ?

Bagi yang sudah membayar, maka petugas pada Samsat bisa melakukan perubahan melalui komputer dia saja. Tanpa harus konsumen datang ke Samsat kembali. Karena memang semuanya dilakukan dengan cara digital. Dimana Plat Nomer Kendaraan akan terhubung dengan komputer yang berada di Samsat.

Plat nomer kendaraan digital mobil akan terintegrasi dengan server yang berada di Samsat, jadi ketika server di Samsat sudah menerima pembayaran maka secara otomatis plat akan berubah warna.

2 Warna pada Plat

Nah, rencananya gue memiliki ide plat digital akan memiliki 2 warna. Dengan asumsi warna yang gue berikan adalah merah dan hitam/putih. Jika memang sipemilik kendaraan sudah membayarkan pajaknya ke ATM atau i-bankink/M-bankink, maka secara otomatis plat akan berubah warna, dari merah kepada putih.


Dengan begini maka tidak ada lagi antrian panjang di Samsat untuk membayar pajak nomer kendaraan. Karena memang mereka sudah bisa membayarkan pajak mereka melalui gadget yang dia punya atau melalui ATM terdekat. Maka efisiensi tenaga dari pihak kepolisian bisa dialokasikan kepada tempat yang lainnya.


Jadi prosesnya seperti membayar tagihan listrik. Tentunya dengan begini juga akan memperingkas proses transaksi, sama halnya seperti kereta api yang mampu membuat sebuah ringkasan transaksi melalui pemesanan tiket online.

Padahal pada saat itu, gue salah satu pesimis kalau tiket online itu bisa di implementasikan di Negara kita, akan tetapi kenyataannya bisa berjalan.

3. Terapan Teknologi 

Kalau berbicara terapan teknologi yang akan dikerjakan untuk sistem ini adalah, plat digital akan disambungkan melalui chip yang akan ditembakkan langsung ke server Polri. Jadi kita bisa buat juga real time. Kalau bayangan gue didalam chip itu memiliki memory sedikit yang bersifat menyimpan infromasi terakhir pada saat mobil dimatikan.

Setelah Engine di hidupkan, maka dia akan segera mengecek kepada memory tersebut untuk mengambil informasi terakhir. Dan setelah mobil berjalan, maka dia akan terkoneksi ulang kepada server.

Dengan begitu, maka semua mobil akan terdaftar di Polri, dengan kata lain, ketika Polri mengecek keberadaan mobil tersebut maka akan terlihat di Server Polri. Key nya bisa menggunakan nomer plat kendaraan mobil tersebut. Karena memang sudah pasti, bahwa nomer plat kendaraan tidak akan mungkin ada yang sama.

Ini juga akan mempermudah jika memang ada tindakan kriminal pencurian mobil. Maka Polri bisa langsung cek kepada server kemana mobil itu dilarikan. Atau memang pada saat kita mencari orang, kita bisa langsung cek dimana orang tersebut berada dengan mencari mobil yang sering digunakan oleh orang tersebut.

4. Proses Transaksi 

Proses transaksi sudah pasti tentunya kita harus menggandeng sebuah instansi keuangan, kalau gue bilang sih ideal bekerja sama dengan Bank. Dengan begitu biar Bank yang akan mengakomodirkan kalau memang pendapatan dari hasil pembayaran pajak ini harus disalurkan kedaerah-daerah yang terkait.

Karena memang kalau menurut pemikiran gue, hasil dari pendapatan pajak plat nomer kendaraan ini sudah pasti diserahkan ke Kas-kas daerah. Maka dari itu kalau memang proses itu, akan sangat lebih baik diserahkan kepada instansi keuangan, yaitu Bank.

Bank sudah pasti akan mendapatkan keuntungan melalui Fee Transaksi, seperti kita membeli pulsa di ATM, bayar listrik di ATM yang selalu ada uang Administrasinya.


Tapi sayang, pada saat gue ajukan konsep ini, pak komisaris unit usaha gue enggan melanjutkan. Jadilah konsep ini gue tuangkan keadalam blog pribadi gue. Yah kalau memang ada yang tertarik bisa melanjutkan konsep ini kepada tahap impelementasi.

Tapi sekali lagi gue beneran gak tahu, apakah memang konsep ini sudah pernah ditawarkan kepada Pihak Polri atau belum, karena memang konsep ini gue belum HAKI (alias Hak Cipta). Kalau gue daftar di HAKI kan sudah pasti ketahuan, kalau konsep ini sudah ada yang mengajukan atau tidak.






Salam Kreatif,
Arie fabian


You Might Also Like

0 comments