Terlalu Sibuk Mengkritik Sampai Lupa Berkarya

February 03, 2018


Orang berbuat ini, lo salahin, orang berbuat begitu, lo kritik, akhirnya waktu lo habis hanya untuk mengurusi urusan orang lain, sehingga urusan diri lo sendiri tidak pernah diurusin.

Pernah lihat orang kayak gini ? 
Saran gue sih mending tinggalin aja dah. Daripada ribet hidup lo sama yang beginian, karena memang kalau menurut gue, energi negatif itu sangat menular. Jadi membuat hidup kita hanya sibuk dengan memikirkan orang lain. 

Gue membuat desain pakai 3D max, dia bilang kenapa gak pakai Sketch up, gue buat desain pakai Ilustrator, lalu dia komentar lagi, kenapa gak pakai corel.

Buat gue, apa yang gue bisa, selalu langsung gue buat maksimal. Jadi kalau memang gue cuma bisa 3D max, yah lakukan saja dengan maksimal yang gue bisa. Gue tahu kelemahan diri gue dimana dan kelebihan diri gue dimana, jadi gue memang harus bisa menutupi kekurangan gue dengan sedikit kelebihan gue. 

Dulu ketika orang bilang, mana mungkin bertahan dengan usaha cetakan aja, buktinya lumayan tuh, gue bisa bertahan lumayan cukup lama. Kalaupun sekarang gue udah tinggalkan, bukan karena omongan orang, melainkan gue butuh tantang diri gue untuk terus berada dizona yang kurang aman. Untuk bersaing lagi, untuk membuat karya yang lainnya lagi, untuk membuat sebuah hasil yang akhirnya bisa multidimensi. 

Cukup pelajari diri kita, jangan sekali-kali mengkritik apalagi membenarkan hidup orang lain. Buat gue urusan sendiri aja udah sangat complicated, kok bisa-bisanya yah punya waktu untuk ngurusin hidup orang lain. 

Ini bukan postingan nyinyir hanya saja gue sih ingin berbagi pengalaman. Gue sangat percaya, kita butuh energi positif yang cukup banyak untuk bisa melewati aral yang melintang didalam hidup ini. Kita terus menguatkan diri untuk menghadapi persaingan, kekalahan, kesalahan, dan sebagainya. Karena mau diapa-apain itu merupakan sudah proses hidup yang tidak bisa ditawar. 

Kita gak akan bisa menawar salah, menawar kalah, bahkan menawar untuk tidak berduka. Karena semuanya sudah ada yang mengatur. Proses kehidupan memang begitu indahnya membuat semuanya menjadi satu kesatuan warna yang memang beraneka ragam. 

Kita tidak bisa hanya mengenal hitam, mengenal putih, maka kita harus memperkaya diri kita dengan warna yang lainnya. Tanpa harus menciderai salah satu warna yang sudah kita kenal. Merah tetaplah merah, dengan segala keindahan dan kekurangannya, begitu juga dengan hijau, ungu, biru dan sebagainya. 

Mari lanjutkan berkarya, berbuat, menjadi manfaat untuk orang banyak. Karena hidup adalah membuat sebuah karya, maka tetap fokus pada karya Anda. 

Semoga sabtu ini merupakan sabtu yang indah untuk para pembaca blog gue ini. 


Salam Kreatif, 
Arie fabian

You Might Also Like

0 comments

Like me on Facebook