Membuat Logo Addictrip


Dalam membuat logo, biaya apa yang paling besar ?
Hayo, buat lo yang designer pasti tahu deh, buat yang bukan designer coba ditebak.

Biaya yang paling besar dalam proses pembuatan logo adalah biaya ngopinya. Kenapa biaya ngopi ? karena memang pada saat kita membuatkan logo untuk client kita, percaya deh sama gue, biasanya kita bisa lebih dari 10 kali ngopi.

Kalau gue sendiri sih lebih seneng ngajak ngopi si Owner untuk bisa menggali lebih dalam lagi tentang sebuah symbol yang dia inginkan. Tentang sebuah warna yang dia sukai, tentang sebuah taste yang dia gila-gilakan, tentang sebuah bentuk yang memang memiliki arti buat dia, tentang pembahasan arti dari sebuah nama perusahaan yang akan dia bangun. 


PR terbesar kita sebagai designer kan adalah kita menciptakan satu komunikasi yang nyaman kepada Klien kita. Kita bisa menanyakan hal yang tersebut dengan mengalir. Tanpa harus mengganggu si pemilik dari usaha jika kita tanya-tanya kepada dia. 

Kalau kita tidak bisa mengexplore informasi dari si owner, besar kemungkinan kita akan sangat sulit sekali mencapai sebuah kesepakatan. Kalau hanya menggunakan barometer gambar yang bagus, logo yang bagus, itu sama aja lo mencari satu jarum ditumpukan jerami didalam kontener. Susah banget, bahkan nyaris tidak akan pernah diketemu itu jarum kita cari. 






Setelah logo jadi, orang lain mau bilang jelek, buat gue bodo amat sekarang mah. Kalau dulu gue selalu banyak memikirkan tentang orang lain yang tidak memesan design dari gue. Kalau sekarang mah, yang penting klien senang dan suka, done. Karena yang gue layaninkan klien gue, bukan orang banyak.Jadi tetap tenang kalau orang lain yang komentar. 

Kalau pada logo Addictrip ini, si Owner menginginkan sebuah logo yang memiliki simbol yang bukan pesawat terbang. Karena dia bilang, logo travel yang menggunakan icon pesawat terbang udah banyak banget. Itu membuat nama dia, atau logo dia akan sulit sekali dikenali oleh calon konsumen dia. 

Mengeksplore kata travel, sudah pasti yang ada didalam kepala kita yah pesawat, bis, kapal laut, dan lain-lainnya. Kata Addictrip sendiri sangat sulit sekali dijabarkan untuk dijadikan sebuah visual. Nah mentok deh, maka jawabannya, harus ngopi cuy .... 

Gue undang ownernya untuk ngopi bareng, duduk bareng, dan chit chat tentang apapun. Gue coba sambungkan fikiran dia dengan fikiran yang ada diotak gue, gue coba cari tau apa yang dia cari, visual apa yang dia kejar, dan gali lagi gali lagi. 

Setelah ketemuan beberapa kali, gue nemu ide, bagaimana kalau pesawatnya gue ganti. Tidak dalam bentuk pesawat terbang, melainkan pesawat dari kertas. Ide dasarnya pesawat kertas yang dilipat, lalu coba gue kembangkan dengan visualnya. Lalu gue masukkan didalam opsi ketiga (karena biasanya gue selalu mengajukan 3 gambar untuk dipresent). Gambar satu sudah jadi, gambar dua sudah jadi, tinggal gambar ketiga gue masukkanlah gambar pesawat kertas yang gue modifikasi menjadi symbol A diatas. 

Pesawat kertas ini membuat si Owner kegirangan, membuat si owner teriak-teriak, dan dia bilang anjiiiiiiir, gue gak kepikiran nih. Ini Anjiiiiir .... 

Nah, nah, nah, kalau klien udah bilang anjiiiiiir, itu tandanya kalimat itu diatas kata suka (kalau buat gue yah). Alhamdulillah dia suka, akhirnya gue diminta lanjut untuk membuatkan turunannya. Gue buat untuk kebutuhan korespondenya, gue buat untuk kebutuhan uniformnya, dan lain sebagainya. 

Dan jadilah, logo yang bisa dilihat diatas. Ngopinya berapa kali ? yup lebih dari 10 kali. ha ha ha ha. Itulah proses pembuatan logo, sebuah tantangan tersendiri untuk kita dalam mencapai satu pencapaian yang kita inginkan. 

Sukses buat Anda selalu, terima kasih sudah mampir keblog gue. Tunggu pengalaman-pengalaman gue berikutnya yah .... 



Salam Kreatif, 
#ariefabian

No comments:

Post a Comment