Ukuran Yang Akurat dapat Membuat Design 3D Menjadi Tampil Lebih Baik


Pernah denger kalimat begini, yah udah bikin aja design 3D nya, buat ilustrasi pak. Nah bagaimana kita bisa membuat sebuah design 3D untuk kebutuhan booth, kalau memang kita gak tau ukurannya. 

Design 3D

Gambar 3D yang baik adalah sebuah gambar yang semuanya porposional. Sesuai dengan ukurannya. Kalau memang gambar 3D dengan ukuran yang hanya menebak-nebak dengan logika, maka biasanya gambar itu akan menjadi tidak porposional.

Bahwa objek botol lebih kecil dari Objek Poster, bener. Tapi kalau ukurannya tidak sesuai maka, ketika botol disandingkan dengan objek yang lain, hasilnya akan jadi aneh.

Design 3D
Orang dengan Gelas, Orang dengan mesin kopi, orang dengan logo kopi diatas, semua kalau menurut gue baiknya digambarkan sesuai dengan aslinya. Jadi dengan begitu maka semuanya akan nampak real. Karena semua objek porposional dengan masing-masing ukurannya.

Nah, biasanya, design 3D yang menggunakan ukuran akan jauh lebih ribet mengerjakannya. Dibandingkan dengan design 3D yang hanya asal dibuat saja. Karena memang design 3D yang porposional harusnya dibuat perencanaannya terlebih dahulu.

Seperti layaknya sebuah bangunan, yang dikerjakan terlebih dahulu adalah gambar sket dari perencanaan terlebih dahulu, barulah dibangun gambar 3 dimensinya.

Design 3D
Gue ini bukan termasuk orang yang bisa membuat perencanaan pada software Autocad, atau memang udah males banget pindah ke Software Sketch up. Dimana banyak yang bilang, kalau sketch up lebih mudah untuk membuat objek yang memiliki ukuran. Karena memang sketch up sangat bisa melakukan itu.

Hanya saja, memindahkan kita kerja dari satu software ke Software lainnya bukanlah perkara mudah kalau buat gue. Sama halnya pada saat itu gue gak pernah mau beralih ke Corel Draw karena gue udah nyaman banget membuat design menggunakan Adobe Ilustrator. Karena menurut gue, pindah software itu sama aja kita akan belajar banyak hal yang baru lagi, mulai dari tools, kebiasaan kita kerja, dan yang lainnya.

Design 3D
Nah jadi untuk mengatasi permasalahan perencanaan, biasanya yang gue lakukan adalah menggambar dahulu pada kertas. Buat perencanaannya, lebar, tebal dan tinggi, barulah gue mulai membuatnya di Software 3D. Lebar dari laci berapa, tinggi dari booth itu gue rencanakan berapa, lalu baru lebar dari Top Table berapa, setelah gue gambar, barulah gue eksekusi pada software 3D max.

Yup, gue memang lebih nyaman menggunakan 3D max dibandingkan dengan software yang lainnya. Karena memang 3D max buat gue udah nyaman banget untuk pekerjaan gue. Hanya saja, terkadang 3D max terkadang gue agak kesulitan mendapatkan ukuran ketika objek sudah gue polygon.

Nah karena memang gue lakukan coret-coretan terlebih dahulu, maka gue akan melihat kepada coretan gue untuk menemukan ukuran untuk objek yang sudah gue polygon. Untuk objek yang belum di polygon, kita gak menemukan masalah, karena memang kita bisa melihat pada bagian ukuran di software 3D max.

Design 3D
Nah, kalau ukurannya sudah sesuai dengan benda aslinya, maka visual 3D yang kita buat akan nampak mendekati aslinya. Itulah kuncinya kenapa design 3D bisa nampak bagus dilihat, karena memang semua objek ukurannya sesuai dengan aslinya.

Kalau masalah lighting, shadow, dan yang lainnya mah itu perkara mudah. Kalau kebutuhannya hanya untuk membuat sebuah ilustrasi, maka kita bisa hilangkan lighting. Tanpa lighting pun sebenarnya kalau memang ukurannya sesuai, maka kita bisa mendapatkan sebuah gambar yang jelas. karena memang pada saat proses rendering, secara default software 3D itu sudah bisa membedakan gelap terang sebuah objek.

Terima kasih kawans, udah mau mampir diblog gue yah, tunggu tulisan gue yang lainnya.



salam kreatif,
#ariefabian

No comments:

Post a Comment