Pekerjaan Design yang sekalian-sekalian

 

Gue dapat pengalaman unik nih, dimana gue dikontrak oleh sebuah perusahaan untuk membuatkan atau merawat visual mereka untuk kebutuhan sosial media. 

Berjalanlah sekitar 3 bulan. Ingat yah diatas gue bilang gue dikontrak sebagai designer yang diperuntukan sosial media konten, bahkan lebih spesifiknya adalah Instagram. Berjalan 3 bulan lalu si klien ngomong, tolong bikinin logo dong, lalu gue bilang siap. 

Gue diundang untuk main ketempatnya dia untuk brainstorming masalah logo yang akan dibuat. Gue berbincang sepanjang 3 jam-an, Yang akhirnya gue tau, dia mau membuat sebuah logo untuk usaha yang lainnya. 

Lalu gue tangkep semua briefnya, dan gue bawa lah pulang, sebagai acuan dari pembuatan visual logo. Oke, di esokan harinya, gue juga sedang menjalankan pekerjaan untuk membuat design sebuah event. Maka alhasil, begitu sampai rumah, gue langsung menyelesaikan pekerjaan membuat design untuk acara, biar satu-satu selesai maksud gue. 

Lalu tektokan aproval akhirnya 2 hari pekerjaan design untuk sebuah acara selesai. Dan gue telepon gue pun berdering, gue liat, klien gue yang minta bikin logo telepon. Terdengarlah suara dari balik telepon itu, dia menanyakan bahwa logonya sudah jadi belum, lalu gue jawab, belum pak. Lalu gue lanjutkan dengan kalimat, kan saya belum mengeluarkan invoice atau penawaran harga, yah secara otomatis pekerjaan ini juga belum bisa jalan. 

Lalu terdengar lagi dari ujung telpon disana, yah ela bro, bikin logo gitu doang sih, gak bisa sekalian apa ? 

WHAAAAT ???

 Dia bilang gak bisa sekalian ? 

Oke, cerita gue berhentiin disini aja, lo pasti udah nangkap maksudnya gue. Dimana kita terkadang dianggap nggak asik kalau nggak mengerjakan logo tersebut, karena memang terkait kontrak di sosial medianya. Pastilah kita punya rasa tidak enak untuk tidak mengerjakannya. 

Saran gue, sudah bener lo gak kerjain. Karena semua jelas base on Contract. Untuk pekerjaan yang berbeda dari kontrak, maka harus bikin kontrak baru untuk pekerjaan baru. Nah seperti misalnya, kalau gue dikontrak untuk memaintanance visual sebuah klien, dan tertulis disana untuk still image saja, termasuk carousell, maka kalau dia minta buatkan video aja akan tetap gue charge kok. Karena memang bunyi kontraknya hanya untuk still image. 

Buat graphic designer junior, gak usah takut kehilangan pekerjaan karena kita tegas didalam mengerjakan pekerjaan kita. Dimana dimintanya A maka kita hanya mengerjakan A. Memang terkadang ada perihal yang memang tidak bisa kita kaku juga, terkadang kita sedang mengerjakan pekerjaan yang banyak sekali terkait dengan kerjasama dengan sebuah perusahaan, lalu si Perusahaan memang kadang ingin meminta tolong untuk dibuatkan visual-visual yang minor. Misalnya membuatkan tulisan untuk kebutuham promo, dia sudah ada kata-katanya, lalu kita sugest kepada mereka seberapa besar fontnya, diletakkan dimana, menggunakan font apa, yah kalau gue sih gue bantu. 

Bedain mana pekerjaan yang berdiri sendiri, mana pekerjaan yang memang pekerjaan yang sifatnya membantu. Seperti contoh diatas, membuat logo itu adalah pekerjaan berdiri sendiri, bukan minor project. Mau dibilang ini usaha baru mau nyoba-nyoba kek, mau dibilang ini usaha baru mau berdiri kek, kalau menurut gue, itu bukan urusan dari designer. 

Yang designer tau yah hanya membuatkan design, Kalau memang mereka belum siap menjalankan usaha, sebaiknya memang ditunda dulu aja, jadi gak terkesan main-main nanti usahanya. Dan untuk setiap pembuatan sebuah usaha, ada baiknya difikirkan juga masalah budgeting visualnya. 

Jujur, visual sekarang ini sangat penting sekali fungsinya. Untuk kegiatan promo secara offline maupun online. Maka biasakan kalau memang ingin membangun usaha, sisihkan budget untuk mpembuatan visual, agar produk Anda bisa tampil prima. 

So, pekerjaan yang sekalian-sekalian, semuanya tergantung Anda menyikapinya. Gue hanya menceritakan, kalau yang gue lakukan seperti diatas, Dan sekarang kontrak maintanance sosial medianya sama gue dihentikan. Lalu gue jawab OK, gak ada masalah. 

Salam Kresatif, 
#ariefabian

No comments:

Post a Comment