Bedanya Sinematografi dan Videografi kalau menurut gue

Keduanya terkesan sama tapi berbeda, akan tetapi banyak yang masih bingung dimana perbedaannya. kalau berbicara tentang kedua judul diatas antara videografi dan Sinematografi menurut gue perbedaannya akan gue jelaskan pada postingan gue berikut ini. 

Kita bikin kesepakatan dulu nih diawal sebelum gue masuk kedalam tulisan gue. Ini merupakan definisi  dari gue pribadi, kalau memang ada yang gak cocok atau memang ada yang kira-kira ditanyakan, silahkan bertanya pada kolom komentar, oke ? 

Oke, masuk kedalam pembahasan, apa perbedaan dari kedua kata diatas, yaitu : Sinematografi dan videografi. Kalau menurut gue Sinematografi bagian dari videografi akan tetapi videografi bukan bagian dari cinemtografi. Bingung ? oke next. 

Pada definisi baku nya, videografi adalah sebuah proses perekaman gambar yang memiliki output video. Sedangkan Sinematografi, adalah sebuah sebuah video yang sengaja dibuat untuk menyampaikan pesan yang dimasukkan emosi didalam filmnya. 

Jadi kita jika menonton film tertentu maka kita akan merasakan sebuah perasaan sedih, senang, marah dan sebagainya. 

Nah proses pembambilan video pada sebuah kegiatan Sinematografi itu sudah termasuk videografi didalamnya. Karena memang ada kegiatan pengambilan gambar yang outputnya video. Berdasarkan dari kalimat dasarnya yaitu cinema bisa kita artikan juga sebagai film. Biasanya ini akan ditujukan yang gambaran besarnya nanti adalah membuat seperti film layar lebar. 

 

Makanya tadi gue bilang, didalam proses sebuah produksi visual untuk Sinematografi ada videografi didalamnya. Akan tetapi videografi tidak sama dengan cinematografi 

 

VIDEO WEDDING (SINEMATOGRAFI ATAU VIDEOGRAFI ?)

Jawabannya ? 

Kalau menurut gue tergantung lagi nih. Pernah lihat Video wedding yang dibuat dengan menggunakan konsep ? jadi sebelum video itu dibuat, sudah ada perencanaannya. Mulai dari persiapan make up si kedua pengantin, lalu dilanjutkan dengan menggunakan bajunya masing-masing, disela menggunakan baju sang pengatin wanitanya dipakaikan gaun lalu seperti ada gambar dia tertawa bersama periasnya, dan sebagainya, kalau menurut gue ini adalah cinematografi. 

Dimana emosi kita diajak bermain. Kita akan merasakan bagaimana si pengantin wanita merasakan bahagia sekali ketika dia ingin melakukan pernikahan tersebut. Lalu ada scene dimana si wanita sujud dikaki ibunya untuk meminta restu, itu akan menghadirkan perasaan haru yang luar biasa. Itulah cinematografi kalau menurut gue. 

Berbeda dengan satu video wedding lagi, ketika dia hanya meliput acaranya dari mulai sampai selesai, walaupun disusun dalam rundown yang sama tapi pasti hasilnya tidak akan mengeluarkan emosi pada video tersebut. 

Dua karakter video itu berbeda fungsinya. Antara video liputan dengan video wedding yang memiliki konsep. Lantas apa bedanya ? 

Jadi gini, kalau sebuah video yang memang ingin mengundang emosi untuk penontonnya, maka kita harus memikirkan detil-detil dari gambar itu sendiri. Proses menggunakan gaun pengantin dimana ada potongan-potongan gambar yang bisa menjelaskan bagaimana perasaaan bahagianya si pengantin wanita menjelang pernikahannya. 

Nah jadi akan banyak sekali gambar detil yang diambil dimoment itu. Berbeda sudut pandangnya dengan liputan. Kalau memang liputan, kita hanya memiliki goal kita harus liput acara pernikahan tersebut dari awal sampai akhir. Jangan ada sampai yang terlewat pada mata acara yang berjalan. Kita akan jahit videonya menjadi 1 kesatuan video yang akan menjadi penanda atau pengingat dari kedua belah pihak pengantin. 

 


Mana yang lebih sulit ? nah itu silahkan Anda jawab sendiri yah. Yang jelas kedua-duanya sama bobotnya lain goals nya. Bagaimana kalau menurut kalian ? sudah pas atau belum ? 

Oke, kalau ada pertanyaan silahkan tulis dikolom komentar yah kawan, terima kasih sudah membaca tulisan gue.


Salam Kreatif, 

#ariefabian

Comments