Jangan Menunggu Rencana Sampai Matang

By November 26, 2015 ,


Disekliling gue buanyak banget kalau ngomongin yang ahli strategi. Bikin konsep, perencanaan tapi sampai tahun kedua pun masih bikin konsep. 


Apa yang ditunggu ?

Kebanyakan jawabannya adalah konsepnya belum matang alias setengah matang. Tapi sampai tahun kedua pun gak matang-matang. Akhirnya busuk juga tuh konsep, karena memang sudah keabisan moment. 

Kalau gue selalu menjalankan, buat aja konsep setengah matang, nanti matenginnya baru sambil jalan. Kalau kita amati sedikit tentang semua yang akhirnya berhasil membuat satu kesatuan ide itu menjadi matang karena diawali oleh setengah matang yang langsung dieksekusi.

Coba liat eksekusi ide yang sangat fenomenal baru-baru ini, Gojek. Memang itu menurut lo ide yang sudah matang ? 

Menurut gue sih belum mateng, karena akhirnya Kita bisa lihat bagaimana bahayanya nomer telpon yang bisa dilihat oleh driver membuat akses itu bisa dimanfaatkan dengan mudah oleh driver. Baik untuk kepentingan bisnis maupun kepentingan yang lain. 

Tapi itu semua pasti terus dievaluasi dan diperbaiki, sampai akhirnya ide yang mateng banget mustahil ada. Karena bergeraknya waktu akan menguji dari kesatuan konsep itu sendiri. 

Yang paling terpenting adalah percaya diri dan telaten. Kedua modal itu harusnya cukup untuk membuat maju apapun yang akan lo eksekusi nantinya. Jangan bosenan, kapok karena rugi, mau yang perfect, merupakan galau pertama yang harus dihadapi ketika ingin mengeksekusi sebuah konsep. 

Jatuh harus bisa bangun lagi, mundur harus bisa maju lagi, terpuruk harus bisa dirubah menjadi baik, dan seterusnya. Jika demikian maka Konsep itu akan matang dengan sendirinya. Kalau kita buat sebuah rencana atau konsep menggunakan rumus "if" (jika) yang terlalu banyak, maka sudah bisa dipastikan gak bakal jalan deh. 

Contoh : 

Gue mau usaha makanan, ah, tapi nanti kalau gak laku gimana, Jika nanti yang beli cuma sedikit gimana, jika yang makan itu adalah orang yang jahat lalu tidak bayar gimana, jika, jika, jika .... sampai lebaran kuda juga jika itu gak bakal pernah abis. Sampai kamu lihat ternyata ditempat yang sudah direncanakan sudah berdiri tempat makan, dan laku. Lalu lo bilang uasuuuuuuuuuuuuuu. 

Baru deh pakai rumus "Coba". Coba gue dulu buka, coba gue duluan yah kemarin, coba gue langsung jualan aja, coba, coba, coba yang tidak pernah dicoba. 

Itu sih yang gue bilang gak percaya diri. Terlalu takut juga mau ngapain, toh orang yang hati-hati aja tetap bisa ketabrak kok dijalanan, namanya juga nyoba kenapa takut ? 

Tapi itu semua juga bukan berarti lo jadi sesumbar yah. Optimis bagus tapi jangan takabur. Sudah yakin diatas 200% kalau konsep lo pasti bisa jalan, karena kalau sudah begini pasti nanti lo jadi gak waspada dengan kesalahan lo sendiri. Karena lo selalu percaya diri yang berlebihan kalau konsep lo pasti berhasil. 

Riset tetap perlu, analisa yang matang juga penting dalam perihal menguji konsep Anda sendiri. Tapi kalau udah 1,2 an 3 analisa berhasil dipecahkan, bissmillah aja dulu terus "GO".

Yang kedua tadi gue bilang adalah telaten. Gue belajar telaten itu susaaaaah bener memang. Sabar dan mencoba mengamati apa yang gue kerjakan dari Angle yang berbeda-beda. Jangan selalu memposisikan diri lo sebagai diri lo sendiri, coba lihat apa yang terjadi dari sudut pandang penonton, coba sesekali liat permasalahan lo dari sudut pandang konsumen, pokoknya dari angle yang beda deh. Agar lo bisa liat akhirnya apa saja yang sudah lo kerjakan dan yang belum lo kerjakan.
Checklist merupakan tuntunan kita dalam melihat step by step perencanaan yang kita buat. Dimana kita selalu bisa mengamati perkembangan dari apa yang sudah kita lakukan selama ini. Bergaul, luwes dan selalu bertukar fikiran dengan siapapun bisa membuat peng-kayaan materi akan hal yang ingin kita lakukan menjadi maksimal. 

Gue gak pernah takut rugi, karena rugi merupakan sebuah jalan untuk bisa meraih keuntungan yang lebih dari yang bisa lo dapet kok. Setiap kali kita mau naik kelas, selalu deh kita pasti akan diuji. Ujian bisa berupa kerugian, ditipu, dan banyak lagi kok kalau memang lo memutuskan untuk berwirausaha. 

Gimana cara menghindari rugi ? 

Jawabanya kalau gue bilang gak ada bang. Kalau meminimize kan kerugian bisa, tapi gak rugi sama sekali pasti gak bisa. Lah wong Alm. Bob Sadino aja pernah rugi kok, Steve job dan Bill gate juga pernah rugi kok, terus dia mundur ? Jawabannya kan tidak sama sekali. Dia maju lagi, coba dan coba lagi. 

Terus kalau rugi berkali-kali dalam waktu yang tidak berjauhan ? 
Yah itu tandanya lo gak pernah belajar atau mengevaluasi, simple aja kan. 




Salam Kreatif, 
Arie fabian

You Might Also Like

0 comments