Seperti Jualan Cabe di Pasar

By December 08, 2016 ,


Tiba-tiba gue punya orang keuangan, keren banget kayaknya. Karena memang sudah menjadi kebutuhan untuk usaha yang gue buat, maka kawan gue membawa orang untuk bekerja pada Fabian Project untuk mengurusi keuangan studio. 

Terus gue bingung, ditanya bentuk pembukuan yang gue inginkan. Kayak apa yah bentuknya, buku, atau model digital yang kayak di Iron Man, atau kayak apa yah ... ha ha ha ha ......

Dia menjelaskan jurnal harian, jurnal bulanan, jurnal apalah itu, lalu dia show portofolio dia kegue. Tiba-tiba kepikiran diotak gue ....


Dah .. gini, gue kasih ilustrasi kalau gue berjualan cabe dipasar. Yang pertama adalah berbicara keuntungan gue berjualan di pasar selama satu bulan berapa. Lalu yang kedua adalah dihitung pengeluaran gue berapa. Baru ditotal sebulan itu untung atau rugi.

Yang dimaksud dengan pengeluaran itu adalah, pengeluaran gue belanja cabe di pasar induk. Ongkos gue ke pasar induk sampai akhir bulan. Ongkos gue kepasar jalan dari rumah kepasar untuk berjualan cabe dipasar. Lalu makan gue dipasar, lalu jajan apabila ada jajan.

Udah .... mau gimana bentuknya, layoutnya, gambarnya, visualnya BEBAS. Yang penting informasi itulah yang gue butuhkan. Karena memang dengan adanya informasi itu yang pertama kali gue bisa tahu bahwa gue berjualan untung atau tidak. Lalu yang kedua ada forecasting untuk bulan depan kalau memang untung dibulan ini bahkan keuntungannya berlipat. Lalu gue bisa rencanakan untuk menabungkan uangnya jika memang ada keuntungan yang berlebih pada bulan ini.

Yang penting mencatat semua pemasukan dan pengeluaran, titik. Karena apapun bentuknya yang gue butuhkan adalah catatannya yang bisa gue jadikan data. Lalu setelah gue olah datanya maka itu akan menjadi sebuah informasi yang akurat.

Gue gak mau pusing sama ilmu keuangan, karena gue cuma mengacu kepada fungsi dari orang keuangan itu sendiri merupakan bagian dari pengingat dan pencatat. Pengingat, apabila kita berjualan dari minggu ke minggu mengalami kerugian maka orang keuangan harus bisa mengingatkan. Dari situlah akan terlahir strategi-strategi yang akan menajamkan penjualan.

Baru orang itu bingung setengah modar. tapi setelah alot kita berdiskusi akhirnya dia mengerti juga. Karena memang gue dasarnya gak ngerti pembukuan, gue hanya tahu ini untung atau rugi. Itu saja yang penting. Kalau Perusahaan rugi maka harus ada evaluasi dari minggu ke minggu dan dari bulan ke bulan.

Kalau seumpama terus merugi yah berarti memang tidak layak diteruskan. Cuma itu sih intinya (lebih gak kearah gak ingin puyeng aja).

Buat gue tetap kita memang harus mengetahui fungsi dari masing-masing. Inti dari sumber masalahnya, karena memang biasanya kita hanya meributkan jeruk itu manis atau tidak menilai dari kulitnya. Tidak pernah mau mencoba mengupas jeruknya lalu memakan. Kalau sudah dimakan maka manis atau tidak sudah tidak perlu diperdebatkan kembali.

Tapi kalau masalah itu hanya didebatkan karena hanya melihat tampilan dari jeruk itu manis atau tidak, maka masalah itu tidak akan pernah selesai. Buka dan coba, begitu juga dengan masalah, kupas kulitnya temukan sumber masalahnya. Dengan begitu maka kita bisa mengatasi masalah itu tanpa menimbulkan masalah baru. 





Salam Kreatif,
Arie fabian

You Might Also Like

0 comments