Ngopi yuk ....


Kopi, merupakan benda cair yang bisa mencairkan suasana. Diskusi, brainstorming, bincang santai, semuanya gue andelin minuman yang satu ini, kopi. 

Gue seneng banget berdiskusi, berbincang dengan siapapun. Mau lintas profesi boleh, mau satu profesi boleh, masalahnya profesi gue apaan ? gue aja bingung, ha ha ha ha ....

Ada masalah dengan client, gak ketemu nih titiknya, biasanya gue ajak klien gue untuk sekedar ngopi diwaktu sela kosong si klien. Gue selalu nanya, satu hari besok, kapan dia kosongnya. Malam, diatas sehabis magrib atau jam makan siang ideal banget tuh biasanya klien gue memilih jam. Karena memang ini adalah waktu rehat dia.

Tapi memang lebih sering jam setengah tujuh malam. Buat beberapa klien gue, terkadang mereka makan saja pesen go food, atau jasa antar lainnya. Karena memang terkadang mereka padet gila jadwalnya. Tapi kalau yang namanya habis magrib selalu ada.

Ngopi jam 12 malam aja masih ada satu dua yang terkadang harus gue lakonin. Demi mengejar Approval dari klien. Karena menurut gue, bahasa yang kita tuangkan lewat chatting, baik itu menggunakan whats App, Telegram dan sejenisnya itu sangat jauh berbeda dengan ketemu muka. Gue bisa melihat banyak hal kalau memang kita ketemu muka.

Gue bisa lihat ekspresi, gue bisa lihat gesture tubuhnya, gue bisa lihat mimik rautnya, dan sebagainya. Berbeda sekali dengan chatting. Pada saat chatting terkadang gue nggak tahu, timming dia membalas chatting dari gue apakah memang full konsentrasi, atau memang didalam sela-sela sibuknya. Dan kalau sudah begitu, jarang banget nemu titik temunya. Karena memang si klien sangat tidak fokus membalas chatting yang gue kirim.

Dan ini sering banget jadi hal yang blunder, atau memang bulak-balik kepada hasil yang sama, yaitu revisi, ha ha ha ha.

Nah, diskusi itu biasanya gue sering sekali duduk santai ditukang kopi. Saking seringnya gue posting kopi, maka ada beberapa kawan gue ngajak ketukang kopi yang katanya enak, gue kadang ketawa. Karena jujur, gue sering ke kedai kopi tapi sama sekali gak mau mempelajari kopinya. Karena buat gue ini adalah media satu-satunya agar bisa meeting dengan klien gue, dimana hampir rata-rata, klien gue mau gue ajak minum kopi. Alias gak pernah nolak. 

Beberapa klien gue udah hafal banget, kalau gue ditempat ngopi yang gue pesen yang cuma satu, kopi susu. Udah. Ha ha ha ha ha ha ..... 

Itu aja menurut gue berjuta rasanya. Janji Jiwa, Jco, Starbuck, bengawan, Exelso, lain hati, semuanya menyajikan kopi susu yang berbeda-beda. Tapi sekali lagi gue gak pernah pengen tau, kopi apa yang mereka gunakan, robusta, arabica, atau yang lainnya. Hanya saja, kalau menurut gue kopinya udah terlalu dominan (strong), biasanya gue agak kurang nyaman.

Beruntungnya lagi buat gue, sekarang ini makin banyak tukang kopi bertebaran disetiap jalan. Sampai-sampai gue bingung, ini tempat ngopi sebanyak ini apa iya laku semuanya yah. Sementara, kalau gue perhatikan alat yang mereka harus beli kayaknya mahal-mahal deh. Lalu investasi tempat yang menurut gue juga gak main-main uangnya. Belum lagi design, dan persiapan lainnya. Wow luar biasa sih kalau menurut gue.

Tapi kalau buat gue malah ini satu keuntungan tersendiri, karena akhirnya gue bisa menikmati banyak ragam jenis kopi susu. Ha ha ha ha ha ....

Jadi kapan kita ngopi ?



Salam Kreatif,
#ariefabian

No comments:

Post a Comment